Gejala dan Cara Mencegah Keputihan

Semua perempuan pasti pernah mengalami keadaan saat keputihan. Biasanya keputihan terjadi saat vagina mengeluarkan cairan atau lendir. Ada berbagai banyak faktor gejala keputihan dan keadaan yang berbeda pada setiap wanita, Keadaan yang tidak berbahaya dan merupakan salah satu cara alami tubuh dalam menjaga kebersihan dan kelembaban organ kewanitaan ini penting.

Cairan yang diproduksi dari kelenjar vagina dan leher rahim akan keluar membawa sel mati dan bakteri sehingga vagina terlindung dari infeksi. Keadaan normal, cairan keputihan memiliki karakteristik seperti tidak berwarna atau berwarna putih, tidak berbau dan tekstur cairannya bisa berubah tergantung siklus menstruasi setiap perempuan berbeda.

Cara untuk mencegah keputihan dengan langkah utama yang ampuh untuk mencegah keputihan. Cara yang bisa dilakukan seperti membersihkan vagina dengan sabun dan air hangat setelah buang air kecil atau besar kemudian keringkan cara inilah yang mencegah bakteri masuk ke dalam vagina dari dubur.

Lalu menghindari menyiram atau membersihkan vagina dengan semprotan air. Cara ini beresiko menghilangkan baktri baik yang melindungi vagina dari infeksi. Menggunakan celana dalam berbahan katun untuk menjaga kelembapan pada area kewanitaan inilah maka hindari memakai celana dalam yang terlalu ketat, Menghindari menggunakan sbaun atau produk kewanitaan yang mengandung parfum, karena dapat menganggu keseimbangan bakteri pada vagina.

Selanjutnya menjaga kebersihan vagina selama mestruasi dengan mengganti pambalut setidaknya 3-5 jam sekali, tidak berganti pasangan seksual atau menggunakan kondom agar terhindar dari resiko infeksi menular seksual, dan terakhir lakukanlah pemeriksaan kesehatan vagina secara rutin kepada dokter kandungan.

Pada masalah keputihan yang tidak normal karena diakibatkan baik karena jamur, bakteri atau parasit. Tidak hanya itu keputihan juga diduga tanda dari kanker rahim atau leher rahim. Selalu memperhatikan keadaan organ kewanitaan agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan. 

Ketika sudah terjadi gangguan kesehatan keputihan maka harus segera berkonsultasi ke sokter untuk melakukan pemeriksaan. Saat berkonsultasi dengan dokter, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan panggul dan pertanyaan seputar menanyakan gejala dan menanyakan aktivitas seksual kita. Dokter akan melakukan peeriksaan terhadap cairan keputihan anda. Dokter akan menilai perubahan warna, konsistensi cairan dengan menentukan diagnosis.

Dokter akan melakuka beberapa test seperti tes PAP smear dengan mengambil sampel pada vagina untuk melihat dan memeriksa human papilloma virus (HPV) dan kanker serviks lalu ada tes laboratorium untuk memeriksa infeksi pada hal ini akan diambil cairan vagina sebagai sampel yang nantinya akan diperiksa apakah ada infeksi jamur parasite dan bakteri yang ada serta tes PH untuk menilai tingkat keasaman cairan keputihan dan terkahir pemeriksaan darah untuk mendeteksi adanya penyakit menular seksual. 

Memang setelah ditelurusi jika melakukan pemeriksaan terhadap dokter akan lebih lengkap hasilnya dan lebih bisa mendapatkan perawatan yang sesuai dengan gejala keputihan yang ada. Namun, jika tidak ingin merasakan itu silahkan jaga kesehatan sekitar area vagina jangan melakukan aktivitas yang terlalu berat Karena dapat membuat daerah kewanitaan menjadi robek atau rusak dan selalu memperhatikan kelembapan pada area vagina.

Nah, jika sudah tau beberapa gejala dari keputihan dan lakukan cara pencegahan diatas jika masih merasakan tidak nyaman pada vagina maka segera periksakan ke dokter agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tidak perlu takut dengan pemeriksaan dan tes tes yang dilakukan oleh dokter Karen pasti akan lebih aman.

Sumber gambar : thehealty.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *