Fakta dan Tradisi Unik Film Pamali dan Inang: Melanggar adat, Mengundang Petaka

Kalian Pantas Mati dan Inang, Film Horor Terbaik 2022

Film Pamali dan Inang mengangkat tradisi-tradisi masyarakat Indonesia dalam alur ceritanya. Berikut ini adalah fakta dan pantangan-pantangan yang ada di dalam film tersebut.

  1. Diadaptasi dari Game Horor

Film Pamali adalah sebuah film yang bergenre horor Indonesia. Film tersebut mengusung konsep tentang sebuah larangan atau pantangan yang biasa disebut dengan pamali.

Dimana jika pantangan tersebut dilanggar akan mendatangkan malapetaka. Misalnya pantangan memotong kuku atau menyisir rambut di tengah malam.

Konsep ini diusung dari sebuah game horor yang memiliki judul serupa, sebuah game horor yang telah dirilis pada tahun 2018 dan telah berhasil mendunia. Game PC tersebut dikembangkan oleh StoryTale Studios.

Berbeda dengan Pamali, Inang tidak diadaptasi dari game. Namun idenya fresh dan menjadi cukup menegangkan karena penonton harus menebak-nebak alur ceritanya.

  1. Jangan Potong Kuku di Malam Hari VS Ruwatan

Film ini akan menayangkan sebuah teror-teror mistis yang diakibatkan oleh pelanggaran hal-hal pamali. Seperti Rika, istri Jaka yang memotong kuku di malam hari.

Lalu akhirnya ia diganggu oleh makhluk-makhluk halus, apalagi pada saat itu Rika sedang hamil. Dimana kondisi ini akan rentang terhadap gangguan-gangguan gaib.

Di masyarakat Sunda, hal yang dianggap pamali ini dapat mengundang malapetaka jika dilanggar. Karena dipercaya dapat memperpendek usia pelaku tersebut.

Adegan ini juga dilakukan oleh Wulan dalam film Inang. Wulan juga mendapatkan teror makhluk halus setelah memotong kukunya di malam hari.

  1. Potong Rambut di Malam Hari, Datangkan Sial

Beberapa masyarakat percaya jika memotong rambut di malam hari akan mendatangkan kesialan. Bahkan bisa memanggil arwah orang yang telah meninggal, namun ada sebagian yang menganggap ini adalah mitos.

Hal inilah yang mendorong Rika tidak mempercayainya dan sempat memotong rambut di malam hari. Dia pun sering mendapatkan gangguan-gangguan aneh saat berada di rumah peninggalan mertuanya itu, ia sering melihat benda-benda bergerak sendiri, suara-suara aneh memenuhi telinga, dan hal-hal lainnya yang sering membuatnya resah.

  1. Memberikan Cincin Peninggalan Nenden Kepada Rika

Pelanggaran Pamali selanjutnya dilakukan oleh Jaka yang memberikan cincin peninggalan Nenden kepada Rika, istrinya, ia mengambil cincin tersebut dari kamar orang tuanya. Alhasil hal ini membuat arwah Nenden marah dan tak terima.

Dikabarkan film tersebut akan menampakan Rika yang sering kerasukan Arwah Bende, bahkan ada adegan yang membuatnya berkelahi dengan suaminya. Aksi perkelahian tersebut semakin mencekam saat Rika dikepruk botol kaca oleh suaminya.

  1. Sosok Nenden

Rika dan Jaka terus-terusan mendapatkan teror-teror mengerikan dari arwah Nenden. Namun, siapakah sosok Nenden itu? Dikisahkan dalam game Pamali, Nenden adalah kakak kandungnya Jaka, ia telah meninggal sebelum Jaka kembali ke rumah peninggalan orang tuanya itu.

Sebelum Nenden meninggal, ia juga sering melakukan beberapa pamali, misalnya memotong rambut atau kuku di malam hari. Hal inilah yang membuatnya depresi karena sering dihantui makhluk gaib.

  1. Film Inang dan Pamali: Sama-sama Melanggar Adat

Film Pamali merupakan film horor karya anak bangsa yang mengusung cerita-cerita masyarakat Indonesia. Film ini mempunyai konsep yang mirip dengan film Inang.

Sebuah film horor yang mengisahkan nasib seorang wanita hamil diluar nikah. Dimana keadaanya ini dimanfaatkan oleh orang lain untuk dijadikan sasaran tumbal.

  1. Pertumbalan dalam Film Inang

Orang tersebut memiliki niat untuk melakukan sebuah ritual untuk anaknya yang mendapatkan kutukan di hari Rabu Wekasan. Konon katanya, jika ritual penumbalan ini tidak dilakukan, maka anak tersebut akan mati.

Keseruan aksi horor dari film Pamali dan inang ini bisa Anda saksikan di bioskop, sekitar tanggal 6 Oktober 2022 dan 13 Oktober 2022. Yuk, segera pesan tiketnya sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *