Mengenal Tipe Jersey Basket Dan Jersey Sepakbola. Jersey Dari Nike Dan Adidas Direkomendasikan

Yosua – Bali United Basket

Menggunakan jersey memang mampu meningkatkan rasa percaya diri kamu. Tidak hanya adem bahannya, penggunaan jersey juga bisa menunjukkan identitas atau keseriusan kamu dalam berolahraga. Namun kamu harus hati-hati, penggunaan jersey yang tidak sesuai dengan kebutuhan justru akan membuat kamu tidak nyaman ketika beraktivitas. Kamu harus kenali dulu karakteristik masing-masing untuk mendapatkan jersey terbaik untukmu.

Setiap jersey memiliki karakteristik masing-masing tergantung pada jenis olahraganya. Bahkan, terdapat beberapa tipe jersey yang dapat dijadikan outfit of the day (OOTD) kamu. Setidaknya ada 5 tipe jersey diluar sana yang perlu diketahui. Apa saja itu?

Ada jersey sepakbola, jersey futsal, jersey basket, jersey esports, dan jersey sepeda. Namun yang akan dibahas disini hanya tipe jersey basket dan jersey sepakbola saja. Berikut ulasan tentang jersey basket dan jersey bola yang perlu diketahui :

  • Jersey Basket

Kamu tentu tahu kalau ciri yang paling terlihat dari jersey basket adalah tidak adanya lengan. Baju basket memang tidak berlengan, sebab olahraga basket sangat mengandalkan gerakan tangan.

Tapi seiring berkembangnya zaman, baju basket ini telah menjadi salah satu mode masa kini. Selain untuk olahraga basket, kini jersey ini juga digunakan sebagai outer yang dikombinasikan dengan base layer. Gaya fashion menggunakan jersey basket ini sangat lekat dengan kebudayaan hiphop.

  • Jersey Sepak Bola

Sebagai supporter, kamu tentunya merasa bangga ketika bisa menggunakan jersey bola dari tim favorit. Memang tidak ada cara yang lebih baik untuk menunjukkan dukungan kamu terdapat tim kesayangan, selain menggunakan jersey bola dari tim kesayanganmu.

Jersey bola sendiri memiliki beberapa tingkatan, dua diantaranya yaitu player issue dan fan issue. Player issue sendiri merupakan jersey bola yang digunakan sama oleh pemain. Sedangkan, fan issue merupakan tiruan atau KW yang serupa dengan jersey pemain. Tapi, fan issue menggunakan teknologi yang kurang lengkap dibandingkan dengan player issue yang lebih lengkap.

Setelah mengetahui jersey basket dan jersey bola itu seperti apa. Sekarang waktunya berburu untuk mendapatkan produknya yang berkualitas dan tentunya nyaman digunakan. Supaya tidak salah pilih, berikut rekomendasi produknya yang terbaik dan terbaru ditahun ini :

  1. Giannis Antetokounmpo Bucks Icon Edition dari Nike

Icon jersey basket dari klub Milwaukee Bucks ini sangat mempresentasikan tim, yaitu simple dan klasik. Jersey basket ini dilengkapi nama punggung Antetokounmpo yang merupakan nama belakang dari Giannis. Beberapa tahun belakang ini, Giannis memang menjadi superstar sekaligus tulang punggung Bucks.

Jika kamu mengidolakan Gianis, maka rasanya wajib untukmu membeli jersey ini untuk koleksi. Jersey basket tipe swingman ini terbuat dari bahan recycled polyester yang berasal dari sampah botol plastik. Ini merupakan langkah go green yang bagus dari Nike sebagai produsen utama dari jersey basket satu ini.

Kisaran harga jual jersey basket dari Nike ini mulai dari Rp. 999.000.

  • Juventus Home Jersey 2020/2021 dari Adidas

Jersey Juventus musim 2020/2021 ini tidak menggunakan corak garis-garis yang padat, namun untuk kandang bercorak garis-garis seperti doodle. Produk ini merupakan replika dari jersey bola yang digunakan pemain. Karena itu, jersey Juventus ini menggunakan ukuran regular fit yang lebih longgar dibandingkan versi autentik.

Produk ini dibuat oleh Adidas dan Juventus dari bahan daur ulang jersey polyester. Dengan membeli jersey ini, selain mendapat produk orisinal, namun kamu juga berarti telah turut berpartisipasi dalam mengurangi limbah plastik. Karena itu, bagi kamu fans Juventus sejati wajib beli jersey Juventus Home Jersey 2020/2021 ini.

Kisaran harga jual jersey bola Juventus dari Adidas ini mulai dari Rp. 750.000.

Sistem Kompetisi Penuh Liga 1 2021

Liga 1 2021 Tetap Pakai Sistem Kompetisi Penuh, Tapi...

Berita sepak bola Indonesia sedang diramaikan dengan perbincangan hangat mengenai Liga 1 2021 yang akan digelar beberapa waktu mendatang. Selagi perizinan liga diurus oleh PT Liga Indonesia Baru, PT LIB ini juga menyanggah beredarnya isu mengenai perubahan format kompetisi.

Akhmad Hadian Lukita selaku Direktur utama PT LIB dan Mochammad Iriawan pernah menyebutkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan opsi format kompetisi. Salah satu kemungkinannya adalah berupa penerapan bubble seperti pada Piala Menpora 2021 kemarin. Namun, pernyataan tersebut menuak kontroversi bahwa Liga 1 2021 yang akan datang tak akan berjalan dengan system kompetisi penuh. Padahal baik PT LIB maupun PSSI belum menetapkan keputusannya.

Mengatasi kesalah pahaman yang beredar, Lukita menuturkan bahwa “Format Liga 1 tetap double round-robins, setiap tim akan bertanding 34 kali. Hanya tempat pertandingannya saja yang tidak memakai kandang dan tandang (home-away) seperti biasa, tetapi pakai sistem bubble to bubble,” ucapnya.

System ini akan berjalan seperti Tim A akan bertanding dengan Tim B di kendang Tim A. Lalu, Tim B akan bergantian menjamu Tim A pada pertemuan selanjutnya. Ini merupakan format double round-robins yang system kompetisinya mempertemukan semua kblub untukslaing bertanding sebanyak 2 kali dalam 1 musim. Format ini sudah lazim digelar sejal Liha Indonesia digelar pada tahun 1994 lalu. Hanya beberapa kali ditinggalkan saat terjadi pembagian grup Barat dan Grup Timur. PT LIB menegaskan masih ingin menerapkan system ini. Namun karena adanya covid – 19, hanya saja lokasi yang akan dipindahkan menjadi sentralisasi.

“Bubble seperti rencana pemusatan (sentralisasi) di Yogyakarta dan sekitarnya sebagaimana akan diterapkan di format (Liga 1) 2020 yang batal karena pandemic Covid – 19.” Ujar PT Liga Baru Indonesia. Liga Indonesia ini direncanakan akan mulai kick off pada 3 Juli mendatang dan ada peserta sebanyak 18 klub, sehingga setiap tim akan bertanding sebanyak 34 kali pertandingan sepanjang kompetisi. Berikut merupakan berita sepakbola Indonesia.

Berita Tentang Piala AFF Jadwal Bentrok

PSSI: Piala AFF 2020 Batal Diselenggarakan

Perhelatan Shopee Liga 1 rencananya jadwalnya bakal bergulir hingga Agustus 2021. Tetapi, Piala AFF 2020 juga akan dijadwalkan ulang pada April-Mei tahun depan. Dilansir dari berita terhangat, PT LIB hanya berencana meniadakan pertandingan ketika Timnas Indonesia bertanding pada hari HPiala AFF. Ketika tim nasional Indonesia ini tidak bermain, oleh dari itu kompetisi terus berjalan. Lukita memastikan Shopee Liga 1 akan dihentikan ketika Piala Dunia U-20 berlangsung pada Mei-Juni 2021. Karena dianggap menjadi pesta sepak bola termasyhur untuk Indonesia, pelaksanaan turnamen tersebut tidak dapat diganggu oleh acara atau kegiatan lain. Bentrok antara Shopee Liga 1 dengan Piala AFF akan merugikan para peserta. Dikutip dari berita piala aff, sejumlah klub bakal kehilangan pemainnya di tengah kompetisi akibat dipanggil oleh Timnas Indonesia. Berikut adalah daftar nama timnas Indonesia yang akan mengikuti TC

  1. Rizky Ridho (Persebaya Surabaya)
  2. Erlangga Setyo (Persib Bandung)
  3. Bagas Kaffa (Barito Putra)
  4. Beckham Putra (Persib Bandung)
  5. Mohammad Kanu (Babel United)
  6. M. Adi Satrio (PSMS Medan)
  7. Mochammad Supriadi (Persebaya Surabaya)
  8. Irfan Jauhari (Bali United)
  9. Pratama Arhan (PSIS Semarang)
  10. Braif Fatari (Persija Jakarta)
  11. Bayu M Fiqri (Persib Bandung)
  12. Khairul Imam Zakiri
  13. Yudha Febrian (Barito Putra)
  14. Saddam Gaffar (PSS Sleman)
  15. Muhammad Fadhil (Semen Padang)
  16. Irfan (Tiga Naga)
  17. Sandi Samosir (Persija Jakarta)
  18. Komang Tri (Bali United)
  19. Andre Oktaviansyah
  20. Komang Teguh (Borneo FC)
  21. Brylian Aldama
  22. David Maulana (Barito Putra)
  23. Jack Brown
  24. Yofandani Damai (PSIS Semarang)
  25. Moh. Bahril Fajar PSIS Semarang)
  26. Salman Alfarid (Persija Jakarta)
  27. Rendy Juliansyah
  28. Titan Agung Bagus (Arema FC)
  29. Kakang Rudianto (Persib Bandung)
  30. Alfrianto Nico (Persija Jakarta)
  31. Genta Alparedo (Semen Padang)
  32. Fajar fathur Rahman (Borneo FC)
  33. Risky Sudirman (Persija Jakarta)
  34. Hamsa Lestaluhu (Bhayangkara FC)
  35. Serdy Fano (Bhayangkara FC)
  36. Pualam Bahari (Borneo FC)
  37. Arya Gerryan (Borneo FC)
  38. Syukran Arabia